Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mendaftarkan Produk ke BPOM

Pasar kosmetik Indonesia saat ini berjumlah lebih dari $ 1,5 miliar dan hampir semua memiliki perizinan skincare. Sementara, produk kosmetik halal Indonesia mendapatkan pertumbuhan yang stabil hingga 20% setiap tahun. 86% dari populasi Indonesia adalah Muslim dan sertifikasi halal untuk produk impor akan segera dilaksanakan. Tidak mengherankan mengapa produk kosmetik halal terus diminati di pasar lokal.

Karena meningkatnya konsumsi produk kosmetik oleh penduduk kota dan baru-baru ini, oleh orang-orang di daerah pedesaan, Menteri Perindustrian Indonesia, Mohamad S. Hidayat memperkirakan Indonesia akan berada di 3 pasar teratas di Asia-Pasifik dalam 10 tahun ke depan . Karena konsumsi makeup di Indonesia meningkat, kenaikan registrasi produk kosmetik juga meningkat secara eksponensial. Faktanya, perusahaan global besar dan mapan, seperti L’Oréal telah mendirikan pabrik mereka di Indonesia dan kemudian, membuka banyak cabang di seluruh negeri.

BPOM adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia. BPOM menetapkan seperangkat pedoman ketat tentang impor dan distribusi kosmetik di dalam negeri. Ini terjadi untuk mengekang impor ilegal dan konsumsi berbahaya produk kosmetik serta perizinan skincare di Indonesia.

Di Indonesia dan negara lain, produk impor harus terdaftar dan disetujui oleh BPOM. Namun, ada hal-hal yang harus diketahui oleh investor atau distributor asing tentang pendaftaran BPOM Indonesia.

Pertama, daftarkan setiap produk dan variasinya secara terpisah di BPOM. Juga terhitung jika Anda bermaksud memasarkan ratusan hingga ribuan produk kosmetik di Indonesia. Anda harus datang dengan jumlah pendaftaran yang sama untuk dapat menawarkan produk secara legal.

Ada peraturan yang mengatur bahan-bahan yang diizinkan untuk digunakan, memiliki keterbatasan, atau dilarang di Indonesia.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mencoba mendaftarkan dasar kulit dengan indeks warna No. 10006 (pigmen hijau 8). BPOM menolak untuk mendaftarkannya karena indeks warna No. 10006 hanya untuk penggunaan jangka pendek sementara skin foundation untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun, lipstik dengan indeks warna yang sama diterima karena BPOM melihatnya sebagai produk yang digunakan untuk periode yang lebih pendek.

Contoh lain menggunakan Phenoxyethanol sebagai pengawet. Persentase maksimum yang diperbolehkan dalam produk kosmetik di Indonesia adalah 1%. Jika Anda mengirim formula yang mengandung 1,02%, BPOM akan menolak aplikasi dan tidak akan menerbitkan perizinan skincare.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top